Rabu, 23 Desember 2015

Pasar Persaingan Sempurna

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Pasar persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi ( optimal ) efisiennya. Pasar persaingan sempurna dapat didefinnisika sebaai struktur pasar atau industri di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Dalam pembahasan mengenai pasar persaingan sempurna, dapat dibedakan menjadi 2 bagian:
1.   Keseimbangan (equilibrium) produsen secara individual.
2.   Keseimbangan (equilibrium) pasar, yaitu posisi keseimbangan antara penawaran dan pemintaan di pasar tersebut.


Produsen secara individual dikatakan mencapai posisi equilibrium bila keuntungan perusahaanya maksimum. Suatu pasar persaingan sempurna dikatakan mencapai posisi equilibrium bila: 
a.   Semua perusahaan ada dalam posisi equilibrium
b.   Jumlah total dari output perusahaan yang masing-masing berada pada posisi equilibrium tersebut sama dengan jumlah total yang dikehendaki para konsumen.

A.        Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna ( Perfect Competition )
1.   Perusahaan adalah pengambil harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi di antara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.
2.   Setiap perusahaan mudah keluar masuk ( free entry and free exit )
Sama sekali tidak dapat hambatan-hambatan, baik secara legal atau dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki dan meninggalkan bidang usaha tersebut.
3.   Menghasilkan barang serupa atau bersifat homogen
Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogeneus. Homogenitas barang yang dihasilkan ini ditentukan oleh konsumen bukan dilihat spesifikasi teknisnya saja.
4.    Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar.
5.    Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar
Dimisalkan dalam pasar persaingan sempurna bahwa jumlah pembeli sangat banyak. Dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan pasar, mengetahui tingkat harga dan perubahan ke atas harga tersebut. Adanya informasi yang lengkap tentang pasar (perfect knowledge) ini mengakibatkan:
·         Tidak ada penjual yang menjual dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar;
·         Tidak ada pembeli yang membeli dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar
·         Tidak ada sumber daya yang digunakan untuk berproduksi yang kurang menguntungkan daripada yang lain.
6.   Mobilitas sumber ekonomi yang cukup sempurna
Maksudya adalah faktor produksi dapat dipindahkan dari satu ke lain tempat tanpa adanya hambatan apapun.

B.         Karakteristik pasar persaingan sempurna
Agar dapat bertahan dalam pasar, maka dalam jangka panjang perusahaan harus memenuhi 4 persyaratan :
1.        Perusahaan harus bekerja sebaik mungkin, agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal. Secara matematis hal ini berarti perusahaan berproduksi sampai saat MR=MC. Pada saat itu biaya marjinal jangka pendek = biaya marjinal jangka panjang.

2.        Tidak mengalami kerugian, agar dpat mengganti barang modal yang digunakan dalam produksi. Karena itu biaya rata-rata jangka pendek harus sama dengan harga jual.
3.    Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk-keluar, karena laba nol. Laba nol disebut juga laba normal, yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama, jika uang dan faktor produksi lain dialokasikan pada kegiatan alternatif. Jika laba lebih besar dari nol, akan ada perusahaan yang tertarik untuk masuk ke dalam pasar dan sebaliknya.

4.    Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi, walaupun dengan memperbesar skala produksi, karena sudah berproduksi pada titik minimum kurva biaya rata-rata jangka panjang.

C.        Kelebihan dan Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna:
1.    Kelebihan pasar persaingan sempurna
Kebaikan utama dari pasar persaingan sempurna adalah perlombaan menuju tingkatan efisiensi penggunaan faktor produksi lebih baik. Secara umum dapat dirinci sebagai berikut :
·         Menggunakan sumber daya secara efisien artinya seluruh sumber daya yang tersedia sepenuhnya digunakan. Proses menuju cara yang paling efisien tersebut akan membawa pada peningkatan efisiensi penggunaan faktor produksi.
·         Adanya kebebasan bertindak dan memilih. Hal ini sangat bermanfaat untuk membawa para pengelola perusahaan pada peningkatan kreatifitas sehingga pada akhirnya kewirausahaannya akan terus mengalami peningkatan.

2.    Kekurangan pasar persaingan sempurna
Ada juga beberapa kelemahan dari pasar persaingan sempurna, secara umum dapat dirinci sebagai berikut :
·           Tidak mendorong adanya inovasi
Penemuan suatu teknologi mudah di contoh oleh perusahaan lain, pengembangan t            teknologi dan teknik produksi yang lebih baik dianggap tidak memperoleh keuntungan di masa depan dan kemajuan teknologi hanya terbatas pada perusahaan besar.
·           Adakalanya menimbulkan ongkos sosial, seperti adanya pencemaran dan lain     sebagainya.
·           Membatasi pilihan konsumen, artinya barang yang dihasilkan homogen maka konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang dikonsumsinya.
·           Ongkos produksi dalam pasar persaingan sempurna mungkin lenih tinggi sebagai akibat adanya trial and error dan persaingan.
·           Efisiensi penggunaan sumber-sumber daya tidak selalu menciptakan pemerataan distribusi pendapat, artinya perekonomian pasar permintaan ditentukan oleh corak produk perusahaan, dan akan berpengaruh terhadap penggunaan sumber daya.
·           Apabila eksploitasi penggunaan input tidak dibatasi bisa menimbulkan kerusakan pada sumber ekonomi, akibat adanya perlombaan penggunaan sumber ekonomi yang dimaksud.

Pada pasar persaingan sempurna harga pasar cenderung stabil, sehingga bentuk kurva permintaan dan penawaran pada pasar sempurna berupa garis lurus mendatar sejajar dengan sumbu jumlah barang (OQ). Berapa pun jumlah barang yang dibeli atau yang ditawarkan tidak akan menaikkan atau menurunkan harga barang. Dan kurva tersebut juga merupakan kurva pendapatan rata-rata atau AR (Average Revenue) dan pendapatan marginal atau MR (Marginal Revenue).
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Empat kemungkinan kedudukan kegiatan perusahaan
1.      Mendapat keuntungan luar biasa
Perusahaan mendapat untung luar biasa apabila harga (P) lebih tinggi dari biaya rata-rata minimum (AC), sehingga perusahaan masih mendapatkan keuntungan per unit. Untuk memperoleh keuntungan total dapat dilakukan dengan menalikan keuntungan per unit dengan total output yang dijual oleh produsen.
2.      Mendapat keuntungan normal
Perusahaan mendapat keuntungan normal apabila total penerimaan persis sama dengan total biayanya atau keuntungan sama dengan nol. Kondisi ini terjadi saat harga (P) sama dengan biaya rata-rata (AC) minimum. Pada kondisi ini dikatakan perusahaan mempunyai keuntungan normal karena perusahaan masih dapat menikmati keuntungan karena memiliki aset biaya tetap.
3.      Perusahaan mengalami kerugian, tetapi masih dapat membayar biaya variabel
Perusahaan dapat dikatakan mengalami kerugian tetapi masih dapat membayar biaya variabel, apabila posisi harga berada dibawah AC dan diatas AVC. Artinya pada posisi tersebut, perusahaan memperoleh hasil penjualan tetapi kelebihan tersebut belum dapat menutup semua biayanya. Dalam keadaan seperti ini perusahaan akan meneruskan usahanya karena bila tidak akan mengalami kerugian lebih besar yaitu sebesar biaya tetap.
4.      Perusahaan berada pada titik gulung tikar
Perusahaan berada pada titik gulung tikar apabila harga yang terbentuk sama dengan biaya variabel atau P=AVC. Pada posisi ini kerugian perusahaan amat besar karena hasil penjualan kurang dari biayanya.

Daftar Pustaka
1. Rahardja, Prathama
Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi),edisi ketiga/Prathama Rahardja, Mandala Manurung – Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomo Universitas Indonesia.2008.
2. Joesron, Tati Suhartati; Fathorrazi, M.
TEORI EKONOMI MIKRO/Tatti Suhartati Joesron; M. Fathorrazi – Edisi Pertama – Yogyakarta; Graha Ilmu, 2012
3. Sukirno, Sadono
Mikroekonomi Teori Pengantar/Sadono Sukirno – Ed. 3 – cet. 26. – Jakarta: Rajawali Pers, 2011. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar