Minggu, 11 Oktober 2015

AKUNTANSI ~ Laporan Keuangan

Laporan Keuangan
Laporan keuangan itu berupa ringkasan dari proses pencatatan transaksi transaksi keuangan yang biasanya terjadi selama satu periode atau satu tahun buku yang perusahaan. Tujuan manajemen membuat laporan keuangan ini untuk mempertanggung jawabkan tugas- tugas  yang di tunjukan oleh pemilik kepada si manajemen.selain itu laporan keuangan juga digunakan untuk memenuhi tujuan tujuan lain, misalnya sebagai laporan kepada pihak pihak diluar perusahaan. Agar pembaca laporan keuangan mengerti dan paham isi dari laporan tersebut, maka laporan keuangan yang disusun harus didasarkan kepada prinsip prinsip akuntansi yang lazim digunakan.seperti halnya di Indonesia, prinsip akuntansinya disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia yg biasa disingkat IAI.
Penyusunan laporan keuangan pada umumnya disusun secara periodik dan periodik yang digunakan yaitu tahunan yang dimulai dari 1 Januari dan berakhir pada 31 Desember atau biasa disebut periode tahun kalender. Namun tidak semua perusahaan menetapkan kebijakan periodik yang seperti tersebut, bisa juga dimulai selain tanggal 1 Januari bahkan ada yang satu peridiknya itu hanya bulanan, kuartalan bahkan triwulan.
Susunan Laporan Keuangan
          Dalam susunan laporan keuangan akan diuraikan isi dan susunan masing masing laporan keuangan yang dihasilkan setiap periode. Sebelumnya inilah urutan laporan keuangan; a. Laporan Laba Rugi, b. Laporan Perubahan Modal, c. Laporan Neraca, d. Laporan Arus Kas, e. Catatan atas laporan keuangan.
a)    Laporan Laba Rugi
Dalam laporan laba rugi menunjukan pendapatan pendapatan dan biaya biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Selisih dari pendapatan pendapatan dengan biaya biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita. Laporan laba rugi yang kadang kadang disebut dengan laporan penghasilan atau laporan pendapatan dan biaya. Laporan laba rugi ini merupakan lapuran yang menunjukan kemajuan keuangan perusahaan dan juga sebagai penghubung dua neraca yang berurutan.
Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua bentuk yaitu multiple step dan single step. Jika bentuk multiple step bentuk laporan laba ruginya dilakukan beberapa pengelompokan terhadap pendapatan pendapatan dan biaya biaya yang disusun dalam urutan urutan tertentu sehingga bisa dihitung penghasilan penghasilan seperti, laba bruto, penghasilan usaha bersih, penghasilan bersih sebelum pajak, penghasilan bersih sesudah pajak, dan sebagainya. Sedangkan laporan laba rugi yang disusun dalm bentuk single step tidak ada dilakukan pengelompokan pendapatan dan biaya kedalam kelompk kelompok usaha dari luar usaha, namun hanya dipisahkan antara: pendapatan pendapatan dan laba dengan biaya biaya dan kerugian kerugian.
b)   Laporan Perubahan Modal
Perusahaan dalam bentuk perseroan, perubahan modalnya ditunjukan dalam laporan laba tidak dibagi atau retained earning. Didalam laporan ini ditunjukan laba tidak dibagi awal periode, ditambah dengan laba seperti yang tercantum didalam perhitungan laba rugi dan dikurangi dengan dividen yang diumumkan selama periode yang bersangkutan.
c)    Neraca
Laporan ini menunjukan keadaan keuangan perusahaan pada periode tertentu. Keadaan keuangan ini ditunjukan dengan jumlah harta yang dimiliki yang disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan yang disebut pasiva. Atau dengan kata lain aktiva merupakan investasi didalam perusahaan sedangkan pasiva merupakan sumber sumber yang digunakan untuk investasi tersebut.
Pengertian aktiva selain barang barang dan hak hak yang dimiliki, didalamnya juga termasuk biaya biaya yang belum dibebankan dalam periode yang bersangkutan, tetapi akan dibebankan pada periode periode yang akan datang.
Elemen elemen dalam neraca biasanya dikelompokan untuk tujuan memudahkan analisa. Biasanya aktiva dan utang akan dikelompokan dalam kelompok lancar atau jangka pendek dan tidak lancar atau tetap. Pengelompokan seperti ini akan memungkinkan dihitungnya modal kerja perusahaan yaitu selisih antara aktiva lancar dan utang lancar.
d)   Laporan Arus Kas
Tujuan utama laporan arus kas adalah untuk menyajikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode. Untuk mencapai tujuan tersebut, aliran kas digolongkan dalam tiga kelompok berbeda yaitu penerimaan dan pengeluaran kas ynag berasal dari kegiatan investasi, pembelanjaan dan kegiatan usaha.
Untuk menyusun laporan arus kas, ada dua metode yang dapat digunakan, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Jika metode langsung menyajikan kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto. Sedangkan metode tidak langsung, disusun dalam 3 kelompok yaitu; arus kas dari kegiatan operasi, arus kas dari kegiatan investasi; dan arus kas dari kegiatan pendanaan.

SUMBER :
Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc.,Akt. Intermediate Accounting. 8th edition. Yogyakarta: Penerbit BPFE-YOGYAKARTA, 2008